ansi

KENAPA TES PENDENGARAN BERA, ASSR, AUDIOMETRI MEMERIKSA PENDENGARAN HANYA SEBATAS FREKWENSI 125HZ SAMPAI DENGAN 8000HZ SAJA ?

Batas pendengaran manusia terhadap bunyi adalah pada bunyi dengan rentang frekuensi audio. Rentang frekuensi audio berdasarkan hasil penelitian, telinga manusia hanya dapat mendengar bunyi yang frekuensinya antara 20 Hz sampai 20.000 Hz. Batas pendengaran telinga manusia untuk menerima bunyi antara frekuensi 20 Hz s.d. 20.000 Hz. Daerah frekuensi ini disebut frekuensi audio (frekuensi pendengaran).
Bunyi dengan getaran antara 20 Hz sampai 20.000 Hz dinamakan audiosonic. Bunyi dengan getaran kurang dari 20 Hz dinamakan infrasonic (infra = bawah, sono = bunyi). Beberapa binatang yang dapat mendengar bunyi infra antara lain jangkrik dan anjing. Bunyi dengan getaran lebih dari 20.000 Hz dinamakan ultrasonic (ultra = lebih, sonic = bunyi). Beberapa binatang yang dapat mendengar bunyi ultrasonik antara lain kelelawar dan lumba-lumba.

Lalu kenapa setiap pemeriksaan BERA, ASSR, audiometri hanya memeriksa suara mulai dari frekwensi 125Hz – 8000Hz saja ?
Jawabannya tentu ada alasannya. Karena ambang di area frekwensi 125Hz-8000Hz merupakan area yang selalu terdengar dikehidupan manusia, bahkan area tersebut merupakan area dimana suara percakapan manusia berada. Diarea tersebut terdapat huruf huruf vocal dan konsonan dimana merupakan bagian dari kalimat kalimat yang digunakan manusia untuk komunikasi, dan dikenal juga sebagai BANANA SPEECH.
Oleh sebab itu alat bantu dengar juga otomatis diciptakan untuk membantu suara suara yang ada diarea “banana speech” saja.Yang sering kita kenal dengan istilah CHANEL.Chanel merupakan fitur di alat bantu dengar yang berfungsi sebagai pengatur untuk memperkeras atau memperkecil suara yang terdapat di area frekwensi. Luas area frekwensi yang dapat diatur oleh Chanel tersebut bergantung dari tingkat teknologi alat bantu dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.