MENYIKAPI TINDAKAN BULLYING TERHADAP ANAK GANGGUAN DENGAR

Anak yang mengalami gangguan pendengaran sering sekali mendapat cibiran atau bully dari teman teman seusianya, bahkan dari semua orang disekitarnya. Hal ini memang sangat menyedihkan bagi orang tua yang anaknya mengalami gangguan pendengaran. Terlepas dari hal itu sebenarnya itu terjadi karena ketidak tahuan orang tua tentang anak yang mengalami gangguan pendengaran, baik sipenderita gangguan pendengaran ataupun orang lain.
Apa yang harus dilakukan orangtua untuk menyikapi hal ini. Kita bisa sebut menyikapi karena ini semua berkaitan dengan perasaan. Bully memang susah untuk kita hindari dari sosialisasi kita dan anak kita. Namun sebenarnya banyak yang bisa kita perbuat untuk menyikapi perbuatan bully ini,diantaranya

1. Kuatkan mental anda sebagai orang tua

Hal ini memang sulit. Sulit untuk bisa menerima kenapa anak kita memiliki gangguan pendengaran. Dan ini memang butuh waktu, namun kita harus berpikir dengan akal sehat. Jangan larut dalam kesedihan. Ingat Tuhan menciptakan nyamuk pasti ada manfaatnya walaupun menurut kita nyamuk itu tidak bermanfaat. Apalagi anak kita. “ SETIAP ANAK TERLAHIR ISTIMEWA DAN MEMPUNYAI KEUNIKANNYA MASING MASING”.Jadi segeralah anda move on dan raih cita cita anak anda. Lakukan yang terbaik untuk anak anda. Jika mental anda sebagi orangtua kuat, pasti anak anda akan menjadi anak yang bermental kuat. Semua itu ada ditangan anda sebagai orangtua.

2. Self defense ( Pertahanan diri)

Sebelum melangkah kepoint ini anda sebagai orang tua harus menjalankan point 1 tadi. Gimana anda mengajarkan anak anda harus kuat mentalnya kalau anda sebagai orangtua masih lemah.Pertahanan diri yang baik bukan berarti harus jago beladiri, minimal anak anda tahu harus bertindak apa jika ada teman atau orang lain membully nya. Ajarkan padanya untuk menjadi berani jikalau benar. Jika anak anda tidak dapat selalu anda pantau ajarkan padanya untuk berani melaporkan kejadian yang telah terjadi terhadapnya kepada orang yang lebih tua atau disegani didaerah anda. Bila perlu buat batasan jarak terjauh area bermain anak anda, agar masih dalam jangkauan anda.

3. Lakukan tindakan persuasive tapi tidak profokatif jika terjadi bullying secara fisik maupun mental

Jika sudah pernah terjadi tindakan bulyying, cari informasi siapa yang melakukannya. Dan jika anda sudah mengetahuinya, jika seumuran dengan anak anda lakukan pendengkatan secara persuasive, beri nasehat kepadanya secara baik bahwa anda tidak berkenan dengan perbuatannya katakana ini yang terakhir jangan diulangi lagi, tapi tetap anda perlakukan anak tersebut seperti biasa, bila perlu ajak bermain bersama anak anda dirumah untuk lain waktu. Dengan begitu biasanya anak tersebut akan perlahan untuk tidak mengganggu anak anda.

4. Sosialisasikan bahwa anak anda memang mengalami gangguan pendengaran

Jika anak anda bersekolah disekolah umum lakukan sosialisasi terhadap guru bahwa anak anda mengalami gangguan pendengaran, paling tidak guru akan serta merta ikut mengawasi anak anda.  Diarea tempat tinggal anda juga anda harus mensosialisasikan kepada orang tua disetiap spot area anak anda bermain.

5. Tidak perlu malu dan tetap bersyukur

Andalah yang lebih tau siapa anda, andalah yang lebih tau bagaimana anak anda, jadi semuanya tergantung anda sebagai orang tua, bagaimana harus bersikap dan berusaha agar anak anda menjadi anak yang hebat dapat diandalkan walaupun memiliki kekurangan. Karena anak kita merupakan anugerah yang dititipkan TUHAN kepada kita.
SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Your email address will not be published.