DETEKSI DINI GANGGUAN PENDENGARAN PADA BAYI & ANAK

Deteksi Dini & Penyebab :
  • Penemuan sedini mungkin (0-3tahun)
    Dapat diprediksi sejak ibu hamil,disebut bayi-bayi dengan resiko tinggi yaitu :
    1. Ibu hamil dengan terinfeksi virus TORCH
    2. Bayi lahir dengan hyperbilirubinemia atau bahkan sampai harus “blood exchange”
    3. Trauma Partus, contoh partus dengan forcep

Proses mendengar

Kapan proses mendengar dimulai?

Sebenarnya sudah terjadi saat bayi masih dalam kandungan dan segera setelah bayi dilahirkan. Bayi sudah dapat memberikan reaksi terhadap bunyi yang keras seperti terkejut, kedipan mata, berhenti menyusui, terbangun dari tidur ataupun menangis, tetapi saat itu bayi belum dapat menentukan dari mana asal bunyi tersebut.
Dalam perjalanan hidupnya bayi akan mendapat input suara yang berada dilingkungan sekitarnya sehari-hari terus menerus seperti :
  1. Tepukan tangan
  2. Sendok yang dipukulkan pada gelas/piring
  3. Deringan telpon
  4. Bel pintu
  5. Alat bermain yang sederhana
  6. Suara percakapan anggota keluarga
Sehingga dikemudian hari bayi/anak dapat mengenali suara yang pernah didengarnya
Bagaimana mengenali
Gangguan pendengaran pada bayi/anak
  • Bayi tidak terkejut ketika ada suara keras
  • Saat tidur bayi tidak terganggu oleh suara keras/ribut
  • Usia 6 bulan belum mengoceh
  • Anak dipanggil belum menoleh
  • Belum dapat berbicara pada usia yang pada umumnya anak seharusnya sudah dapat bicara
  • Anak hanya menggunakan satu telingannya untuk mendengar
  • Jika berbicara dengan anak tersebut harus menggunakan suara agak keras / keras
  • Adanya perbedaan perkembangan komunikasi bila dibanding teman sebayanya

Apa yang harus dilakukan ?

  • Konsultasi dengan Dokter THT-KL (Bidang Audiologi –> Audiologist/Physician in Audiology)
  • Konsultasi dengan Dokter Anak (Tumbuh kembang anak)
  • Konsultasi dengan Psikiater Anak
  • Konsultasi dengan Psikolog Anak
  • Tetapi juga melibatkan :
    1. Anggota keluarga
    2. Pelayanan kesehatan mulai dari tingkat Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit dan Program Kesehatan Sekolah
Bayi yang dicurigai tidak merespon dengan suara-suara pada usia 1-3bulan–> sudah dapat dipastikan –> rujuk ke dokter THT-KL
 Referensi lain :
Test fungsi pendengaran pada usia :
1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan sudah dipastikan apakah bayi/anak mengalami gangguan dengar
Pemeriksaan fungsi pendengaran secara lengkap
Awalnya dilakukan pemeriksaan klinis THT-KL : tidak batuk pilek, liang telinga harus bersih
Pemeriksaan terdiri dari :
  • Tympanometri Menilai fungsi telinga tengah
  • BOA (Behavioral Observation Audiometri)
Menilai kemampuan anak dalam memberikan respon terhadap rangsang bunyi dengan mengamati perilaku anak
  • Play Audiometri
Menilai fungsi pendengaran anak yang dilakukan sambil bermain
  • OAE (Oto Acoustic Emition)
Menilai fungsi Cochlea secara obyektif dan dapat dilakukan dalam waktu yang Singkat
  • ABR (Auditory Brainstem Response)
Pemeriksaan yang menilai fungsi pendengaran secara obyektif sepanjang jalurpendengaran (N.VIII)
  • ASSR (Auditory Steady State Response)
Pemeriksaan yang hampir sama dengan ABR namun hasilnya dapat menunjukkan beberapa frekuensi pendengaran sekaligus.
Apabila ternyata hasil positif gangguan pendengaran, maka dilakukan :
  • Fitting Alat Bantu Dengar (ABD)
  • Apabila masih dalam pre-lingual periode (1-3th) dengan metode AVT (Auditory Verbal Therapy)
  • Konsultasi Psikolog Anak (untuk test psikologi)
  • Konsultasi bidang lain bila diperlukan

Leave a Reply

Your email address will not be published.