Services We Offer

Earsound Hearing memberikan pelayanan maksimal kepada anda dengan sepenuh hati. Kirimkan email anda untuk info lebih lanjut, booking appoinment, pricelist dan lainnya di sini

Our services

Services
Fitting
Repairs

Service dan reparasi alat bantu dengar

Layanan purna jual yang prima salah satu kunci keberhasilan pelayanan maksimal terhadap customer kami.

fitting dan pemilihan alat bantu dengar

Ceritakan masalah pendengaran Anda dan Kami siap Mendengarkan. Kami akan menuntun setiap langkah Anda mendapatkan solusi kebutuhan mendengar terbaik Anda. Earsound Hearing dipercaya sebagai satu-satunya dealer resmi untuk Indonesia oleh perusahaan alat bantu dengar merk Sonic Innovation, USA.

TES PENDENGARAN ANAK

Play
Audiometri


Dapat dilakukan pada anak dewasa dan umumnya dilakukan pada balita dan anak prasekolah (usia 2-5 tahun) . Anak dilatih untuk melakukan suatu kegiatan setiap kali terdengar bunyi . Kegiatan ini mungkin melibatkan dan menempatkan blok dalam kotak, memasukan bola ke keranjang, atau meletakkan cincin ke sebuah kerucut.

under

FFT/Aided
/Unaided Test


Salah satu jenis evaluasi pendengaran pada anak maupun dewasa untuk mengetahui seberapa manfaat alat bantu dengar ataupun cochlear implan yang digunakan. Tes ini biasa dilakukan 2 kali yaitu sebelum menggunakan alat (unaided) dan setelah menggunakan alat (aided). Menggunakan alat periksa yang terkalibrasi dengan speaker aktif serta pada ruangan yang tenang sehingga mendapatkan hasil periksa yang akurat.

boates

Behavioral Observational Audiometry (BOA)


Tes skrining ini bertujuan untuk mengamati respon motorik anak ketika mendengar bunyi. Anak (dan biasanya orang tua) yang duduk di sebuah bilik suara . Suara atau berbagai intensitas disajikan kepada anak melalui speaker atau earphone yang terkalibrasi. Audiometris mencari dan mencatat respon anak terhadap suara paling lembut yang disajikan dan mencatat pada grafik audiogram . Tanggapan anak bisa berupa melebarkan mata, tiba-tiba tenang, terkejut, dll

under

Visual Reinforcement Audiometry (VRA)


Metode skrining pendengaran anak-anak antara 6 bulan sampai 2 tahun . Ketika anak memberikan respon yang benar ( misalnya , melihat ke sumber suara ketika itu disajikan ) , anak tersebut “dihargai” melalui penguatan visual. Contoh penghargaan diantaranya mendapatkan tampilan mainan yang bergerak atau lampu yang berkedip.

tesoae

Otoacoustic Emission (OAE)


Biasanya dialakukan pada skrining pendengaran bayi baru lahir dan sebagai penunjang diagnosa terhadap hasil tes BERA, tujuannya untuk mendeteksi adanya kerusakan sel-sel rambut luar di koklea (rumah siput). Dapat juga mendeteksi sumbatan di saluran telinga luar serta adanya cairaan telinga tengah.

Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA)


Tes ini memberikan informasi tentang telinga bagian dalam ( koklea ) dan tanda-tanda , gejala , atau keluhan yang menunjukkan jenis gangguan pendengaran di otak atau jalur otak. Biasa dilakukan pada bayi maupun anak-anak.

Tes BERA dilakukan dengan menyisipkan elektroda di kepala – mirip dengan elektroda ditempatkan di sekitar jantung ketika tes EKG dijalankan – dan merekam aktivitas gelombang otak dalam merespon suara. Pada saat diperiksa, baiknya pasien dalam kondisi tertidur ataupun tenang. ABR juga dapat digunakan sebagai tes skrining dalam program skrining pendengaran bayi baru lahir . Ketika digunakan sebagai tes skrining , hanya satu intensitas atau tingkat kenyaringan diperiksa , dan bayi baik melewati atau gagal akan tampil dilayar

Auditory Steady State Response (ASSR)


Tes pendengaran yang bertujuan untuk mengetahui perkiraan ambang dengar berupa audiogram. ASSR juga merupakan tes penunjang atas hasil tes BERA.

Bayi maupun anak yang diuji biasanya tidur untuk mendapatkan hasil yang optimal. Seringkali , pengujian dilakukan dengan sedasi atau tidur alami jika bayi di bawah usia 6 bulan. Suara ditransmisikan melalui lubang telinga , dan komputer mengambil respon otak untuk suara dan secara otomatis menetapkan ambang dengar.

under

Speech/Auditory
Verbal Therapy


Kami bekerjasama dengan yayasan smart aurica yang fokus penanganan habilitasi anak. Dimana setiap anak yang sudah menggunakan ABD ataupun CI selanjutnya harus menjalankan speech therapy / AVT dimana anak akan diajarkan bagaimana mengembangkan kemampuan mendengarnya, sehingga secara otomatis anak akan terbiasa mendengarkan suara sebagai sumber informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Tes
Pendengaran
Dewasa

Audiometri Nada Murni

Tes Pendengaran Subjektif dengan memberikan nada murni melalui hantaran udara maupun hantaran tulang  untuk menentukan bunyi tersamar yang bisa didengar seseoran g di beberapa frekuensi mulai dari frekuensi rendah, sedang maupun tinggi. Selama tes ini, pasien menggunakan headphone dan bone vibrator untuk memberikan sinyal suara ke telinga.

Audiometri Tutur

Salah satu tes pendengaran guna menunjang hasil pemeriksaan audiometri nada murni.  Dimana pasien akan mendengar suara dalam bentuk ‘kata’ dan mengulang ‘kata’ yang terdengar. Penilaian dilakukan untuk setiap pengulangan kata yang benar oleh pasien.

Tympanometry

Tes Objektif yang dilakukan untuk mendiagnosa kemampuan telinga bagian tengah meliputi gendang telinga, tulang-tulang pendengaran maupun fungsi tuba eustacheus.